Kudus (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Kudus melakukan kunjungan koordinasi ke OASIS Djarum Kudus, Kamis (6/2/2026), sebagai upaya memperkuat edukasi pengelolaan sampah di lingkungan pondok pesantren.
Kunjungan dilakukan Keasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Kudus Afif Noor, didampingi Pengurus Harian FKPP, dan diterima perwakilan Tim OASIS Djarum, Redi.
Koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan mitra swasta dalam meningkatkan kesadaran serta kemampuan pesantren dalam mengelola sampah, baik organik maupun non-organik, secara berkelanjutan.
Afif Noor menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada santri. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter.
“Melalui edukasi yang terencana, pesantren diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Perwakilan OASIS Djarum, Redi, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung pesantren sebagai pusat edukasi lingkungan berkelanjutan. Ia juga memaparkan konsep pengelolaan sampah yang telah diterapkan OASIS Djarum, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pengelolaan sampah non-organik melalui sistem daur ulang dan bank sampah.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa program pembinaan pengelolaan sampah akan dimulai pada pesantren binaan Batch 1. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap melalui sosialisasi, edukasi dan pelatihan teknis, pendampingan di pesantren, serta evaluasi untuk pengembangan tahap selanjutnya.
Pengurus Harian FKPP Kabupaten Kudus mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap program edukasi pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama pesantren di Kabupaten Kudus.







